KPopers Pensiun*

*karena ngga cuman preman aja yang bisa pensiun…

Siang itu, sambil menyantap makan siang dan menyeruput air es yang disediakan gratis oleh pemilik warung makan, sahabatku Nining bercerita tentang salah seorang temannya yang dia kenal lewat sosmed. Temannya yang kira-kira seumuran dengan aku dan Nining itu memutuskan untuk berhenti total dari dunia KPop. 100%. Ngga cuman omdo alias omong doang, the ex-kpopers ini menghapus semuanya, mulai dari foto-foto, MV, lagu, video live perform. Apapun. Semuanya. Bahkan semua file itu ngga dibiarkan mengendap lama-lama di recycle bin. Ngga tau kenapa, pas Nining nyeritain ini, aku ngebayangin laptop temennya itu pasti bakal lebih ‘ringan; setelah semua file KPop-nya dihapus. Hahaha. Apaan sih. Emang nyimpen file selalu di laptop? Bisa aja kan, pake external hard disk.

Sebagai seorang gadis lugu yang (pernah) tergila-gila dengan Lee Gikwang dan antek-anteknya, aku sangat percaya kalau diperlukan tekad yang sangat kuat supaya tangan ini bisa dengan ringan menekan tombol delete itu. Melupakan kenangan indah yang pernah terjalin antara kita dan oppa tercinta, meskipun selama ini tak pernah bertatap muka apalagi menggenggam tangan dengan mesra. Meskipun hanya laptop dan modem yang jadi perantara, jadi saksi bisu ‘kisah cinta’ satu pihak itu. Tunggu bentar, kok aku jadi mual ya, baca tulisan sendiri?

I used to be love drunk… with them.

Meskipun aku ngga tau apa alasannya temennya Nining itu memutuskan untuk ‘pensiun’, tapi aku masih bisa mengira-ngira. Bisa jadi karena kesibukan, entah itu sibuk kuliah, atau sibuk kerja. Bisa jadi karena udah ketemu dengan hobi baru. Bisa jadi karena udah empet bin senep dengan dunia fangirling yang makin lama makin terasa ngga masuk akal dan bikin capek mental itu. Yak, yak, bisa jadi, bisa jadi.

Pertanyaan yang muncul setelah itu adalah: apa mungkin suatu hari nanti aku juga bakal ‘pensiun’? Aku mempertanyakan hal itu justru disaat aku lagi ‘gila’ karena mengklaim diri sendiri sebagai istrinya Lee Gikwang. Disaat aku dalam kondisi ‘kecanduan’ berat, bakal sakaw berat kalo sehari aja lagu-lagu berbahasa Korea-campur-Inggris itu ngga masuk ke kuping. Disaat aku merasa sah-sah aja untuk ngga napsu makan 3 hari setelah liat berita Jonghyun jadian sama Shin Se Kyung.

Aku pikir, sebesar apapun rasa cintaku ke KPop, aku yakin itu semua perlahan akan memudar suatu saat nanti. Dan akan menghilang sepenuhnya. Itulah yang kurasakan saat ini, 3 tahun sejak obrolan di jam makan siang itu.

***

Dulu, jamannya lagi stress stadium akhir gara-gara skripsi, aku ketik ‘stress skripsi ngga kelar-kelar’ di search engine Google. Serius. Aku pengen tau aja, ada ngga ya yang pernah, atau sedang stress karena hal yang sama, trus curhat di blog. Padahal mah ngapain pake googling segala. Dateng aja ke kampus, liatin noh mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir, terutama yang baru aja kelar bimbingan. Rata-rata pasti mukanya kusam. Masih untung ngga sampe keluar busa dari mulut. Tapi ya itu, emang dasar akunya juga yang ajaib binti somplak, yang begituan aja pake googling segala.

Sekarang pun, waktu aku kepikiran lagi tentang topik ‘KPopers Pensiun’ ini, Google kuajak menggila. Kuketik ‘berhenti jadi kpopers’ di search engine. Aku ngga kaget dengan munculnya banyak blog yang membahas tentang itu. Ada yang mengaku masih galau antara ‘pensiun’ atau ngga, ada yang masih dalam proses ‘pensiun’, ada yang udah 100% ‘pensiun’, ada juga yang bertekad untuk ngga akan berhenti dari khazanah per-KPop-an. Well, it’s their decision, it’s their choice. Mau mereka pengen tetep fangirling meskipun rambut udah ubanan sekujur kepala pun ya terserah aja. Tapi ya, udah ngga cocok disebut fangirling lagi, tapi fangrandmaling. Eh, apa? Maling?

Aku ada di opsi nomer tiga, 100% ‘pensiun’, ngga jelas apa penyebabnya. Tiba-tiba aja aku tersadar kalau udah sebulan lebih ngga pernah dengerin KPop sama sekali. Aku selalu melewatkan lagu KPop kalo lagi santai-santai dengerin lagu-lagu di hp. Aku ngga tau ada gosip apa yang lagi panas di dunia KPop. Aku ngga tau siapa yang lagi siap-siap mau comeback. Tiba-tiba aja, aku menekan tombol delete itu dengan sangat mudah. Menyingkirkannya dari external hard disk-ku, dan aku ngga merasa ada beban sama sekali. Itulah yang membuatku sampe capek-capek googling, mencari-cari sesama ex-kpopers di luar sana. Mencari tau apa alasan utama mereka untuk ‘pensiun’, siapa tau dari sekian banyak alasan itu, ada yang kira-kira ‘nyantol’.

Sibuk

Sibuk kuliah, sibuk kerja, atau sibuk cari kerja. Ya pokoknya sibuk lah. Nyaris ngga ada waktu untuk fangirling, spamming, spazzing, stalking, atau ling ling lainnya. Setelah seharian sibuk begitu, ya mendingan tidur lah, atau kumpul bareng orang-orang tercinta, daripada melotot lagi di depan laptop atau hp. Tapi aku pribadi sih, bukan kesibukan yang jadi alasan utama. Jamannya skripsian dulu, aku malah suka ngerjain skripsi sambil dengerin lagu-lagu. Cuman ya, udah ngga melulu KPop. Daripada sama mas Gikwang atau aa’ Yonghwa, aku lebih milih bang Adam Levine yang seksi cetar membahana untuk menemaniku mengolah data-data hasil penelitian. Neng Behati Prinsloo, suaminya eike pinjem bentar yak, hihihi.

Udah Nikah

Ini mungkin bisa ya, masuk juga ke sub-judul ‘Sibuk’. Setelah menikah, jelas fokusnya berubah. Jadi sibuk ngurus suami dan anak. Kecuali kalo pasangannya sama-sama KPopers, dan mereka pertama kali ketemunya pas di konser SMTown. Beda cerita mah, itu.

Banyak juga yang membahas ini. Mau sampai kapan terus-terusan fangirling? Apa kita masih bakalan terus fangirling meskipun udah bersuami? Anak kita yang masih unyu dan tak berdosa itu bakalan diajak histerisan di konser KPop? Masa mau terus-terusan ngarep sama idola yang nun jauh disana itu? Boro-boro pacaran sama kita, ada idola yang pacaran sama sesama idola aja, fans banyak yang ngamuk. Lagian belum tentu juga kan, suami kita nanti juga suka KPop? Yang ada, justru rata-rata cowok Indonesia suka heran ngeliat cewek-cewek Indonesia kok bisa tergila-gila dengan cowok-cowok Korea itu.

“Apa bagusnya sih. Masih gantengan juga gue…” begitu pikir mereka.

Jelas, ini bukan alasan utamaku untuk ‘pensiun’. Boro-boro. Saya belum menikah, sodara sodara. Masih berusaha memantaskan diri untukmu, wahai imamku, ayah dari anak-anakku… #Ehm #KodeKeras #SiapaYangDikodeinCoba

“KPop Udah Ngga Kayak Dulu Lagi”

“Banyak banget boyband girlband baru, pusing ngeliatnya.”

Aku sih ngga terlalu mempermasalahkan tentang makin banyaknya grup-grup baru yang bermunculan di Korea sana, meskipun awalnya agak kaget aja, ini boyband apaan, itu girlband apaan, kok bajunya kayak kurang bahan dan nerawang semua. #Eh Namanya juga regenerasi, masa artis-artisnya yang itu-itu aja. Kan masih banyak juga remaja-remaja sana yang pengen jadi terkenal. Lagian, ngga harus juga buat diikutin semua, kan. Mau diikutin, silakan. Ngga juga, ngga apa-apa. Dan aku memilih untuk ngga ngikutin. Satu-satunya grup baru yang kuikutin waktu itu cuman MAMAMOO. Itupun kupendem sendiri aja rasa sukanya. Karena kok kesannya mereka underrated gitu. Padahal bagus, lho. Hampir ngga ada yang heboh ngomongin 4 cewek unyu bersuara dahsyat itu di timeline-ku, dan akupun tengsin kalo heboh sendiri.

Kiri ke kanan: Whee In, Solar, Moon Byul, Hwa Sa *masih hapal, :p*

Banyak juga yang mengeluhkan perkembangan KPop yang pesat di Indonesia, yang justru menurut mereka, mengerikan. Oke, ini mungkin kedengerannya egois. Banyak yang suka KPop kok malah kesel? KPop kok mau dimonopoli sendiri? Siape elu? Tapi gini deh, kenyataannya dunia KPop sekarang emang udah beda banget dengan yang dulu. Timeline-ku sih adem ayem aja, tapi hampir tiap hari ada aja berita fanwar. Ngga ngerti apa sih yang orang-orang itu ributin.  Kelakuan KPopers jaman sekarang cenderung doyan perang, fanwar. Dikit-dikit berantem di dunia maya, saling lempar kata-kata kasar. Ngga seru, cuih. Kopi darat kek, jambak-jambakan atau saling tending gitu, biar bisa di-video-in. #Lah Ngga cuman perang antara fandom A dan fandom B, tapi bahkan orang-orang yang satu fandom pun bisa berantem. Pemicunya adalah: X shipper lebih real daripada Y shipper. Allahu akbar… Yuk sini kakak rukyah dulu dek, biar jinnya pada keluar semua.

Muak, sumpah. Muak ngeliat fans gila yang lebih pengen idolanya jadi homo daripada normal dan pacaran dengan cewek, gara-gara shipper favoritnya itu cowok><cowok. Rukyah dek, RUKYAH!!

Tentang fanwar, lucunya, meskipun pernah jadi haters, aku malah nyaris ngga pernah terlibat fanwar gila-gilaan. Kekesalanku terhadap salah satu girlband dulu itu kulampiaskan di fanpage, dan menurutku justru aneh kalo sampe ada fans girlband tersebut yang koar-koar membela idola mereka disana. Udah tau disitu kumpulan haters, masih aja masuk sana. Siapa yang sebenernya cari penyakit? Aku ngga pernah berminat membalas komentar pedes dari KPopers yang membenci idolaku. Update status yang bernada sindiran pun ngga kulakukan. Kalem aja, masbro, sambil tekan tombol unfriend atau unfollow. Sekalian sama tombol block juga boleh.

Miris kan, KPop kan mestinya dibawa seneng-seneng aja, sarana pelepas stress setelah seharian bertarung menghadapi kerasnya hidup. Cailah. Eh tapi malah dipake buat fanwar atau galau-galauan. Bukannya jadi tambah stress? Jadi ya ngga usah heran deh kalo KPopers jaman sekarang konotasinya negatif mulu, identik dengan delusi, histeris-histeris ngga jelas, pergaulan sempit, ngga punya kehidupan, dll.

Ada Yang Lebih Menarik Dari KPop

Saat menulis ini, album Rubber Soul milik empat lelaki kece asal Inggris, The Beatles, mengalun pelan dari speaker laptopku. Eh, ngga mengalun lembut juga deng. Lumayan kenceng ini suaranya, volumenya hampir pol, hahaha.

In my life, I love you more

Udah sekitar sebulanan ini aku mendadak jadi ‘orang tua’. Lihat saja playlist di laptop dan hp-ku, ngga jauh-jauh dari The Beatles, Queen, Frank Sinatra, Michael Jackson, dan Bon Jovi. Biar ngga tua-tua banget, aku dengerin radio juga, setidaknya biar tau juga lagu-lagu apa yang lagi nge-hits sekarang. Aktivitas dengerin radio itu sempat kutinggalkan selama aku jadi KPopers. Ya, hidupku dulu sebagian besar berkutat di KPop dan KPop. Aku baru ngeh kalo ada lagu-lagu barat yang bagus setelah ada KPop idol yang nge-cover lagunya. Lagu Indonesia? Boro-boro. Aku ngefans sama Noah sampe beli albumnya di restoran ayam goreng itu aja udah bagus.

“Jadi, The Beatles lebih menarik dari KPop?”

Bagiku, iya. Aku benar-benar mohon maaf sebelumnya, tapi aku sadar kalau setelah aku rajin dengerin lagu-lagu oldies, baik barat maupun Indonesia, KPop terasa hambar di telingaku. Bingung juga gimana jelasinnya. Aku ngga expert di bidang musik, soalnya. Tapi semoga kalian mengerti.

“Tapi gimana kalo suatu saat nanti The Beatles itu bernasib sama dengan KPop? Kamu bosen dengerin The Beatles dan beralih ke musik lain?”

Aku sudah belajar banyak dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. “Pemujaan yang berlebihan itu tidak baik.” ‘Petuah’ dari Patrick Star itu kulanggar selama aku menjadi KPopers. Aku mengidolakan para oppa dan unnie yang ganteng dan cantik itu secara berlebihan, dan aku malah mempersempit duniaku sendiri. Aku ngga mau mengulang ‘pemujaan yang berlebihan’ itu ke The Beatles juga. Memang, aku dengerin lagu-lagu The Beatles nyaris tiap hari, tapi ya sebatas itu aja. Aku ngga hapal di luar kepala semua tentang The Beatles dari A sampai Z. Terserah kalo orang lain bilang aku ngga pantes disebut Beatlemania, aku ngga berambisi untuk itu kok.

“Katanya udah berhenti dari KPop, kok masih nonton film Korea? Kok masih nulis fanfic?”

Hahaha, pas awal-awal ‘pensiun’, aku juga kepikiran kayak gitu sih. Aku udah ngga pernah nonton drama lagi sih, tapi kalo film, aku masih nonton. Terutama film-filmnya Cha Tae Hyun, hahaha. Ah, tapi lama-lama aku masa bodo aja sih. Bukannya banyak tuh, yang ngga suka KPop, tapi suka nonton drama dan film Korea? Aku inget, temen KKN-ku bener-bener males banget sama yang namanya boyband-girlband Korea, tapi suka banget sama Running Man. Dia sih masa bodo sama bintang tamunya, toh ketujuh host-nya udah bikin ngakak guling-guling.

Tentang fanfic… kupikir, ini adalah efek baik dari KPop yang kurasakan langsung. Bagiku, KPop telah membawaku kembali ke impian lama yang dulu sempat hilang dariku: penulis. Yap, aku pernah berhenti bercita-cita untuk jadi penulis saat SMA. Tapi saat aku mengenal KPop, aku juga jadi tahu dengan yang namanya fanfiction, dan aku menemukan passion-ku lagi. Aku sadar bahwa menulis fanfic adalah alat bagiku untuk untuk ‘bersembunyi’ sejenak dari dunia nyata yang membuatku penat.  Seperti yang dikatakan salah seorang temanku, “I’m good at writing fantasy because reality is suck.” Aku menemukan cara untuk membuat orang-orang tersenyum bahagia, dengan fanfic- fanfic yang kutulis. Lewat KPop (dan fanfic), aku sempat merasakan manisnya kebahagiaan saat melihat novel-novelku berjajar manis di rak-rak toko buku.

Aku memang sudah meninggalkan KPop, tapi ngga lantas aku jadi berbalik membencinya. Aku ngga lantas alergi dengan semua yang berbau Korea. Aku menghargai teman-temanku baik di dunia nyata maupun maya yang menyukai KPop. Terserah mereka. Itu hidup mereka, aku ngga berniat ikut campur. Saling menghargai, itulah yang coba kulakukan.

Sekian.

***&&&***

 

 

4 thoughts on “KPopers Pensiun*

  1. Arjun says:

    kalo aku jujur ga stuju band dan musisi sekelas The Beatles dan Queen dan Bon jovi dibanding-bandingkan dengan musik sperti K-Pop.. well jauhh banget band sperti The Beatle selain enak didengar pesan dari lirik2nya sangat dalam dan benar2 bisa merubah seseorang… andaikan bumi dan langit jika dibandingkan dengan K-pop

  2. larvakuning says:

    Mau komen ahh.. wkwkwk
    Sekarang berasa malu kalo inget jaman baheula, ngaku2 istrinya dujun lah, pacarnya minhyuk, bla bla bla.. Sekarang uda makin gede mah beda rasanya.
    Bener pula tuh yg sekarang sering war sesama fandom gegara shipper duuh, yakali cowok x cowok dikapelin -___- giliran dibilang pendukung lgbt ngga mau.
    Bener banget, setelah tombol “del” di pencet laptop bisa terbang bebas(?) di angkasa, yaaa meski ada 1,2,300(?) running man yg bertengger, wkwkwk kalo running man mah emang hiburan pelepas penat abis ngadepin dosen :V
    Lagi, yg bikin aku mundur dari dunia fangirling adalah IDOL SEKARANG LAHIRNYA UDAH TAHUN 2000an :”( Ngga rela ih dipanggil noona, mana wajahnya sama semua wkwkwkwk. Kayaknya dulu pas pertama kenal kpop juga gitu, “wajahnya sama semua” dan sekarang pas mau pensiun liat idol yg lebih muda “wajahnya sama semua” balik lagi dipake wkwkwk..

  3. Victoria says:

    Menanggapi tulisan ini…

    Jujur ini pertama kalinya buat aku ngebaca mengenai ‘hengkang dari dunia kpop’, ‘ pensiun kpop’ et cetera😂😂😂😂
    Aku setuju sama kak fitri mengenai kpop semakin aneh…bandnya sih memang agak ngejreng(?) gitu sekarang, tapi menurut aku lebih karena fans” yang mungkin masih ‘baru’ dan alay, dan terlalu mendevosikan diri kearah kpop…

    …padahal kpop itu cuma orang” yang mayan ganteng dan mereka hanya menyalurkan seni…sama aja dong kayak artis” lain. Tapi entah mengapa mereka nganggapnya terlalu serius. Udah gaada garis antara dunia real dan fantasi mereka

    Dan cuma ingin berbagi pengalaman(?) #berasajadimarioteguhtembagaways 🤓😅 sebenarnya… akupun juga udah pernah hengkang dari kpop. Kalo dihitung”, mungkin udah 2 tahunan lebih. Ya, kayak kak fitri. Gatau yang comeback siapa, berita hotnya apa, udah gapernah lagi dengerin lagu dan akupun gasadar, aku sendiri pindah base(?) #berasatentara jadi suka tv drama amerika kayak vampire diaries #inirecommended #apasih

    Tapi toh sekarang aku balik, tapi bukan balik kayak dulu yang gencar banget surving cari berita hot bikin sakit hati sendiri. Menurut aku kpop itu…seperti jalan lama yang udah nganterin aku ke jalan yang sekarang. Aku nemuin banyak hal, kayak kesukaan aku membaca dan menulis cerita. Aku jadi bisa ngembangin ide” itu dan itu berpengaruh dengan kemampuan aku di sekolah, atau dimanapun.

    Aku balik karena menikmati lagu dan ff kpop yang bisa membantu mengembangkan ide”ku, bukan karena boyben baru fresh tamvan dan pengen fangirling -__-

    Jadi ngomong yang aneh”…. Maksud aku ingin menyampaikan satu hal,

    Mungkin, kita ini hanya bosan kak sampe kita mutusin hengkang. Tapi kita lepas dari kpop itu…lebih kayak kita lepas dari kegiatan fangirling yang kadang ngebuat kita gila juga.

    Gaenak ngomong ini, tapi, mungkin suatu saat kak Fitri pun kangen dengerin lagu” mereka lagi..walaupun gak ngikutin kayak dulu😄 /ini gue banget/ /apasih/

    Akupun setuju kalau orang memutuskan hengkang dari kpop yang kurang bagus. Tapi ntah kenapa…kangen aja kalo gaada tulisan koplak ala author FYIFM ini hehehehe… /senyum garing/

    Dan ini cuma semata” mengutarakan isi pikiran aku kak, gaada maksud buruk atau apapun yang negatif…

    Semangat menghadapi kesibukan! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s