MERPATI TAK LAGI PUNYA SAYAP

Entah sudah berapa lama kita tengadah

Tapi, langit tetap saja kelam

Bulan tetap mati

Dan Ayah Ibu tak juga kembali

Entah sudah berapa lama kita melantun doa

Memintal harap di genangan darah

Tapi, bumi kita masih tetap merintih

Entah sudah berapa lama kita memejamkan mata

Tapi, reruntuhan itu tetap saja disana

Tiap kali kita buka mata

Tiap kali kita pasang telinga

Mesiu itu tetap ada

Teriakan itu tetap mengikuti kita

Merpati tak sudi lagi kemari, Dik

Merpati sudah lelah menebar kasih

Merpati ketakutan menolong kita

Takut tak akan pernah pulang lagi ke rumahnya yang damai

Tapi kita bisa kemana lagi, Dik

Inilah rumah kita

Inilah tempat yang kita tuju tiap kali kita merajuk pulang pada Ayah

Inilah tempat yang kita tuju tiap kali Ibu mengajak kita pergi setelah berjalan dari pasar

Meski kini Ayah Ibu tidak lagi bisa pulang ke rumah

Karena sudah pergi entah kemana

Berhentilah menangis, Dik

Dan teruslah berdoa

Berharaplah semoga merpati datang kemari lagi

Dan menghilangkah darah dan reruntuhan itu

Dan bawa pulang kita lagi ke rumah

Walau pun kita tahu

Merpati tak lagi punya sayap

Teruslah berdoa, Dik

Sebab aku tahu

Air matamu terlalu murni untuk terus jatuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s